![]() |
Theofilus Allorerung - Bupati Tana Toraja |
Jelang Akhir Masa Jabatan Bupati Tana Toraja, Aktivis: Bupati Theo Harus Bertanggungjawab Penuntasan Pembebasan Lahan BBK
Tana Toraja, LEKATNEWS -- Kembali merebak, persoalan penuntasan pembebasan lahan untuk pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) yang kini bernama Bandara Toraja.
Berita terkait:
https://www.lekatnews.org/2022/03/pembebasan-lahan-bandara-belum-tuntas.html
Pasalnya, sejumlah uang ganti rugi tak kunjung diterima pemilik lahan yang sah, bahkan sudah menahun setelah Theofilus Allorerung, S.E kembali dilantik pada periode kedua, 2021.
Diketahui pembebasan lahan tersebut sejak 2010, bahkan tahun 2012 oleh Polda Sulawesi Selatan Sul-Sel memulai penyidikan kasus Korupsi BBK, dengan 8 dari Tim 9 (Tim P2T) ditetapkan sebagai tersangka (TSK), bahkan sudah beberapa orang diantaranya telah meninggal dunia.
Pada akhir tahun 2010 oleh Bupati Tana Toraja dibentuk Panitia Pengadaan Tanah (P2T).
Seakan Bupati Theo tak tersentuh hukum?
"Theofilus Allorerung harus bertanggung jawab atas apa yang ia telah lakukan" tegas salah seorang aktivis di Tana Toraja, Kamis (5/12/2024).
"Sebelum turun sebaiknya Bupati menyelesaikan sangkutan ganti rugi lahan BBK pada pihak yang berhak" tegas Rasyid Mappadang, Ketua LSM LPRI (Lembaga Pilar Rakyat Indonesia), Sabtu (7/12/2024).
Berita terkait:
https://www.lekatnews.org/2022/01/habis-kesabaran-ahli-earis-tanah.html
Akankah kasus korupsinya berhenti pada 2 terpidana yang telah menjalani hukuman, Adilkah?
Dari berbagai sumber diketahui dalam waktu dekat para Aktivis akan mendatangi Polda bahkan KPK untuk menuntut penuntasan kasus korupsi BBK.(tim/red)