Sebuah gesekan dapat menimbulkan luka, dan luka itu tentnya harus diobati, sepakat?
Bukan Vulgar, apalagi Porno? Gesekan yang dimaksud adalah GESEK-an SEPATU Kedua Sejoli dalam aksi Foto Pra-nikah. Dari informasi warga Foto Eksentrik ini dilakukan baru-baru ini, Tidak sampai seminggu yang lalu. Bahkan dari informasi salah seorang pemerhati Objek Wisata Religi Buntu Burake, aksi calon pengantin itu berlansung dua hari yang lalu.
Berita terkait:
https://www.lekatnews.org/2021/04/warga-segel-akses-jalan-menuju-objek.html
Terkadang, aksi Pra-Wed oleh Fotografer (Amatiran) tidak menguasai aturan dan Sandart yang dipersyaratkan di tempat mereka melakukan pengambilan foto. Parahnya lagi, Objek Wisata Religi di-SEGEL warga karena kendala "Komitmen" yang belum tuntas?
Coba pembaca bandingkan dengan foto disamping ini, saat "Titian Kaca" masih dikelola di jaman Bupati Nico, ada pihak yang mengelola dan menyediakan alas kaki sebagai sepatu khusus yang digunakan para pengguna titian kaca tersebut.
"Kalau tidak bisa merawat, minimal pakai sepatu yang dipersyaratkan" ungkap warga.
Disegel warga, tentunya menjadi tuntutan tersendiri bagi Pemerintah Tana Toraja untuk bisa kembali mengakses Objek Wisata yang sudah kesohor hingga Manca Negara. Pembangunan Objek Wisata Religi Buntu Burake, dimulai pembangunannya di masa Bupati Theo periode 2010-2015. Kemudian di Era Bupati Nico, dipermantap dengan dibangunnya fasilitas pendukung yang maksimal dan bahkan Fenomenal tentunya, Titian Kaca. Sebagai warga yang baik, apalagi sebagai pengguna bahkan penikmat sepatutnya menjaga keberadaan Asset Negara di Buntu Burake.
Dibangun menggunakan uang negara yang berasal dari pajak rakyat, sepatutnya kita menjaga dan melestarikannya.
Mampukah Pemerintahan saat ini membuka ruang komunikasi, sehingga Objek Wisata Religi Buntu Burake dapat dijangkau dengan mudah, tidak lagi terhalang oleh "Portal yang Disegel"?
Kalau ada niat, yakinlah ada hasil! Kita tunggu hasilnya.(Inv)