Dimasa pemerintahan Nico-Victor, patung, katanya perunggu terjadi kerusakan bagian sisi rusuk, dan telah diperbaiki. Bahkan fasilitas umum (fasum) di lengkapi dan pengunjung "di-TANTANG UJI NYALI" di Titian Kaca ada juga yang menyebutnya Jembatan Kaca. Askes jalan sangat memadai, menjadikan Objek Wisata Burake selalu ramai dipadati pengunjung.
Namun, kini akses menuju Objek Wisata Religi Buntu Burake masih di"SEGEL" warga. Akankah kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, sementara Anggaran yang dipakai untuk membangun Objek Wisata Buntu Burake mungkin puluhan Milyar oleh 2 masa pemerintahan selama ini.
"Karena tidak ada yang jaga pengenai tiket masuk kaca makanya pengunjung masuk. Bukan cuma saya yang masuk Pak. Tapi semua pengunjung yang saya lihat,Pak" keluh Fotografer Ammank.
Terkait "TIDAK ADA" pengelolaan di Objek wisata yang dibangun dengan "Uang Rakyat" yang tidak sedikit, jika dikonversi ke fasilitas jalan mungkin bisa puluhan kilo akses jalan bisa dibiayai.
"Saran saya pribadi tolong pemerintah (Kabupaten), Burake yg jadi icon Tana Toraja dikelola lagi, biar kita bisa ikuti aturan yg ada .." pesan Ammank pada Redaksi, Jumat (9/4/2021).
Bahkan menurutnya, mereka harus membayar sejumlah uang (ojek) kepada warga untuk mengantarnya ke objek, ungkap Ammank.
Adakah upaya pemerintah untuk membuka akses masuk objek wisata Burake yang disebut Objek Wisata Religi, Apanya yang ditolak Warga?(Inv)


