Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Warga "SEGEL" Akses Jalan Menuju Objek Wisata Buntu Burake, Asset Negara Tak Terpelihara, Salah Siapa?

Jumat, 09 April 2021 | 11:13 WIB | 0 Views Last Updated 2021-04-09T07:02:30Z
A D V E R T I S E M E N T

 

Tana Toraja, LEKATNEWS -- Pembangunan Patung Kristus Memberkati di Era Theo-Adelheid periode 2010-2015 yang sempat menuai kontrofersi, pada akhirnya menjadi iconik Pariwisata Toraja yang kesohor hingga pelosok Nusantara. Bahkan, wisatawan asing yang masuk ke Tana Toraja akan mengunjungi Objek wisata Burake.

Dimasa pemerintahan Nico-Victor, patung, katanya perunggu terjadi kerusakan bagian sisi rusuk, dan telah diperbaiki. Bahkan fasilitas umum (fasum) di lengkapi dan pengunjung "di-TANTANG UJI NYALI" di Titian Kaca ada juga yang menyebutnya Jembatan Kaca. Askes jalan sangat memadai, menjadikan Objek Wisata Burake selalu ramai dipadati pengunjung.


Namun, kini akses menuju Objek Wisata Religi Buntu Burake masih di"SEGEL" warga. Akankah kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, sementara Anggaran yang dipakai untuk membangun Objek Wisata Buntu Burake mungkin puluhan Milyar oleh 2 masa pemerintahan selama ini.


Viral diberitakan aktifitas pengambilan foto pranikah oleh salah seorang Fotografer di Titian kaca yang selama ini untuk masuk harus membayar sejumlah uang dan pengelolanya menyediakan sepatu khusus (sejenis woll halus) agar benda-benda keras tidak melukai selaput permukaan kaca. 

Berita terkait:

Alasan tidak nyaman (klien), oleh sang pengelola usaha fotografer tersebut sudah meminta pihak media mengaburkan foto pasangan nikah yang jadi objeknya (walapun foto itu sudah dikaburkan), dan menghapus tanda air brend pada foto, hal itu sudah dilakukan redaksi.

"Karena tidak ada yang jaga pengenai tiket masuk kaca makanya pengunjung masuk. Bukan cuma saya yang masuk Pak. Tapi semua pengunjung yang saya lihat,Pak" keluh Fotografer Ammank.


Terkait "TIDAK ADA" pengelolaan di Objek wisata yang dibangun dengan "Uang Rakyat" yang tidak sedikit, jika dikonversi ke fasilitas jalan mungkin bisa puluhan kilo akses jalan bisa dibiayai.

"Saran saya pribadi tolong pemerintah (Kabupaten), Burake yg jadi icon Tana Toraja dikelola lagi, biar kita bisa ikuti aturan yg ada .." pesan Ammank pada Redaksi, Jumat (9/4/2021).

Bahkan menurutnya, mereka harus membayar sejumlah uang (ojek) kepada warga untuk mengantarnya ke objek, ungkap Ammank.

Adakah upaya pemerintah untuk membuka akses masuk objek wisata Burake yang disebut Objek Wisata Religi, Apanya yang ditolak Warga?(Inv)


×
Berita Terbaru Update